Terjaga Dari Tidur Tiba-Tiba. Baca Doa Ini Dan Minta Apa Saja Allah Akan Kabulkan!

0
6
Terjaga Dari

Terjaga Dari Tidur Tiba-Tiba. Baca Doa Ini Dan Minta Apa Saja Allah Akan Kabulkan! Doa jika terbangun di malam hari . Doa ini sepatutnya diucapkan seorang muslim jika terbangun di malam hari.

BACA: Kali Pertama Sejarah Lebuh Raya Penurunan Tol, Kini Ditunaikan!

Tidur Malam Tiba-Tiba Terbangun. Baca Doa Ini Dan Minta Apa Saja Allah Akan Kabulkan!

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَ سُبْحَانَ اللهِ وَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْـَبُر وَ لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ALA KULLI SYAY’IN QADIIR, WALHAMDULILLAH WASUBHANALLAH WALAA ILAAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH

Ertinya : “Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, Tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha besar. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah”.

Kemudian Sahabat Ubadah mengatakan, Barang siapa yang Terbangun di Malam Hari kemudian membaca doa diatas, kemudian memohon ampunan kepada Allah maka Allah akan mengabulkan permintaannya. (HR. Bukhari)

Doa diatas di riwayatkan dari sahabat Ubadah bin Shamit dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang diabadikan oleh imam Bukhari dalam kitab shahihnya.

Dalam riwayat Imam Abu Dawud juga diterangkan, bahawa salah satu waktu yang mustajab berdoa adalah ketika terbangun dari tidur, Namun dengan catatan tidurnya dalam keadaan bersuci dan sebelum tidur berdzikir terlebih dahulu.

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Saya pernah mendengar ada hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa apabila ada ayam berkokok di tengah malam pertanda ayam tersebut sedang melihat malaikat, dan kiranya kita dianjurkan untuk memohon karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala. dan apabila ada ringkikan keledai, maka kita dianjurkan utk memohon perlindungan.

Bagaimanakah status hadits tersebut, mohon penjelasannya. terima kasih.

Jawaban

Wa‘alaikumus salaam Wa rahmatullah Wa barakatuh.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Memang benar ada hadits yang menjelaskan bahwa apabila ada ayam berkokok di tengah malam pertanda ayam tersebut sedang melihat malaikat,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

“Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.” (HR. Bukhari 3303 dan Muslim 2729).

Dalam riwayat Ahmad, terdapat keterangan tambahan, ‘di malam hari’,

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ مِنَ اللَّيْلِ، فَإِنَّمَا رَأَتْ مَلَكًا، فَسَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ

Apabila kalian mendengar ayam berkokok di malam hari, sesungguhnya dia melihat Malaikat. Karena itu, mintalah kepada Allah karunia-Nya. (HR. Ahmad 8064 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Status hadits tersebut shahih baik dari segi sanad maupun matan, Dalam riwayat Abu Hurairah maupun riwayat Imam Ahmad.

Keistimewaan Ayam Jantan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan bunyi kokok ayam jantan di waktu malam, sebagai penanda kebaikan, dengan datangnya Malaikat dan kita dianjurkan berdoa. Ini bagian dari keistimewaan ayam.

Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan,

وللديك خصيصة ليست لغيره من معرفة الوقت الليلي فإنه يقسط أصواته فيها تقسيطا لا يكاد يتفاوت ويوالي صياحه قبل الفجر وبعده لا يكاد يخطئ سواء أطال الليل أم قصر ومن ثم أفتى بعض الشافعية باعتماد الديك المجرب في الوقت

Ayam jantan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki binatang lain, yaitu mengetahui perubahan waktu di malam hari. Dia berkokok di waktu yang tepat dan tidak pernah ketinggalan. Dia berkokok sebelum subuh dan sesudah subuh, hampir tidak pernah meleset. Baik malamnya panjang atau pendek. Karena itulah, sebagian syafiiyah memfatwakan untuk mengacu kepada ayam jantan yang sudah terbukti, dalam menentukan waktu. (Fathul Bari, 6/353).

Sumber: Islam Itu Indah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here